Ada Apa Dengan Puskesmas Bayongbong ?

dramedia.id,- Staf BPJS Kesehatan Cabang Garut, Wisnu Sukardi menyatakan, rumah sakit maupun Puskesmas tidak diperkenankan pasien BPJS Kesehatan untuk menebus obat di luar, dengan alasan apapun. Ia meminta masyarakat untuk menyampaikan pengaduan kepada BPJS Kesehatan apabila mendapat perlakuan tersebut.

“Tidak diperkenankan. Semua pelayanan di RS menjadi kewajiban RS untuk menyediakan dengan obatnya. Jadi tidak boleh ada lagi auto-pocket dari pasien karena pembiayaannya itu ya sudah paket semuanya termasuk obat,” kata Wisnu, Rabu (29/05/2019).

Wisnu mengungkapkan, hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2014, pasien BPJS berhak mendapatkan obat yang tercantum dalam formularium nasional (Fornas) dengan model pembiayaan paket inasibijis (diagnosa penyakit pasien menurut dokter). Jika ada obat di luar fornas, tetap dapat diberikan dan menjadi tanggung jawab rumah sakit atau Puskesmas.

Apabila terbukti ada kejadian semacam itu, Wisnu mengatakan, masyarakat dapat melaporkan kepada BPJS atau datang ke posko pengaduan di kantor cabang. Pihaknya berjanji akan melakukan follow up kepada pihak yang bersangkutan.

Kondisi itu dialami Sanudin (27), warga Kampung Datar RT03/05 Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut. Selama tiga hari, Siti (27) istri Sanudin harus menebus obat yang diperlukan suaminya dengan alasan stok obat di Puskesmas Bayongbong habis.

“Dengan menggunakan Kartu BPJS, suami saya sempat dirawat selama 3 hari di Puskesmas Bayongbong. Dan selama itu disuruh nebus obat di luar dengan alasan stok obat habis,” kata Siti kepada dramedia.id, Senin (26/05).

Siti pun harus mengeluarkan biaya lagi untuk menebus obat, kendati suaminya peserta BPJS Kesehatan. Ia mengaku, memang tidak semua resep diminta menebus sendiri di luar. Dari empat jenis obat, sebanyak satu atau dua jenis yang harus ditebus di luar. Terkadang, dia diarahkan untuk menebus obat di Apotek yang ditunjuk oleh Puskesmas Bayongbong.

Menanggapi adanya laporan pasien pengguna BPJS yang harus menebus obat saat dirawat di Puskesmas Bayongbong, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Maskut Farid, M.M., mengaku baru mendengar ada informasi tersebut.

“Baru sekarang mendapat informasi kalau ada pasien BPJS di Puskesmas Bayongbong membeli obat-obatan dari apotek luar. Nanti kami cek, dan kalau terbukti akan kami berikan tindakan,” ujar dr Maskut yang juga menjabat Direktur RSUD dr Slamet saat dihubungi melalui seluler, Rabu (29/05).

Sementara Kepala Puskesmas Bayongbong, H. Elan Suherlan, A. Md.,Kep.S.Sos.,M. Kes., saat hendak dikonfirmasi melalui telepon seluler terkait adanya pembelian obat-obatan bagi peserta BPJS yang dirawat di tempatnya, hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan masih belum bisa memberikan keterangan terkait pemberitaan ini. (HYG/G13)***