Lestarikan Ayam Pelung Melalui Kontes, Bisa Hasilkan Puluhan Juta Rupiah

DRAMEDIA.ID,- Himpunan Penggemar dan Peternak Ayam Pelung (HIPPAP) Nusantara Kabupaten Garut menggelar kontes ayam pelung serta doorprize di Sub Terminal Agribisnis (STA) Bayongbong, Garut, Jawa Barat. Minggu (4/8/2019).

Kontes Ayam Pelung “Garut Pangirutan II” tahun 2019 ini diikuti oleh 500 peserta dari berbagai wilayah di Provinsi Jawa Barat dan dari luar Jabar berkumpul sejak pagi tadi.

Ketua Pelaksana Uyun mengatakan, tujuan dilaksanakannya kontes yakni untuk melestarikan unggas warisan asli para leluhur kita, para pecinta ayam pelung (pelungers) tetap dipelihara untuk dikembangkan. Selain itu, memiliki hewan peliharaan memang menjadi salah satu cara untuk menghilangkan penat bagi sebagian pehobi, serta meningkatkan perekonomian masyarakat, karena ayam ini mudah dipelihara oleh siapa pun.

“Ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, selain mudah dipelihara jika Ayam ini ikut kontes dan menjadi juara maka harganya pun akan meningkat,” katanya.

Ia mengatakan, kontes ini diikuti oleh sebanyak 500 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Para peserta juga ada yang dari luar Provinsi Jawa Barat, Seperti Pekalongan, Majenang, bahkan perwakilan dari Yogyakarta juga ada.

“Ada beberapa kategori yang menjadi penilaian juri, seperti suara merdu dan panjang suara, penampilan ayam, serta bobot ayam. Selain mendapat piagam dan uang pembinaan, pemenang lomba juga bakal diikutsertakan dalam kontes tingkat nasional.” Katanya.

Dadang salah seorang peserta kontes asal Sukabumi mengaku, sudah beberapa kali ayam miliknya (Langit/ Red) mengikuti kontes dan meraih juara. Dengan seringnya mengikuti kejuaraan, ayam pelung akan makin terlatih sehingga kesempatan menjadi juara semakin besar. Bahkan dari setiap kejuaraan yang diikuti, diyakini dapat mendongkrak dan meningkatkan harga jual ayam pelung.

“Banyak keuntungan dengan memelihara ayam pelung. Selain untuk hobi, ada peluang menjadikannya sebagai lahan bisnis. Apabila ayam pelung sudah kerap menjuarai kontes harganya bisa melambung mencapai lebih dari Rp20 juta. Kalau sudah sering menjuarai kontes, ayam pelung bisa sampai dihargai Rp50 juta keatas. Seperti ayam yang saya bawa ini mendapat juara pertama, kalau dijual, kira-kira harganya sampai Rp20 juta,” ungkapnya.

Untuk perawatannya, lanjut Dadang, tidak terlalu rumit karena hanya tinggal memberi pakan serta vaksin agar kesehatannya terjaga. Selain itu, seminggu sekali harus dimandikan dan setiap hari dijemur di bawah sinar matahari.

“Perawatannya tidak jauh berbeda sama ayam biasa. Cuma kalau mau kontes, tinggal diberi makanan tambahan seperti beras merah dan telur,” ungkapnya.

Agar kualitas suaranya terjaga, lanjut Dadang, ayam pelung perlu dijaga dalam hal makanannya. Jika salah, suara ayam malah akan menjadi serak. Jika kondisinya sehat, ia menambahkan, ayam pelung biasanya dapat mengikuti kontes hingga usia 5 tahun.

“Yang juga sangat penting adalah menjaga kesehatan kandang, penggemar ayam pelung juga harus tahu karakter makanan yang cocok, kalau salah makan, suaranya bisa berubah,” pungkasnya. (HYG)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.