Kakorbinmas Baharkam Polri Hadiri Penutupan Diklat Satuan Pengamanan JN1

DRAMEDIA.ID,- TANGERANG Inspektur Jendral (Irjen) Polisi Widiyarso Heri Wibowo, Kepala Koordinasi Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri, secara resmi menutup kegiatan pelatihan dan pendidikan Satuan Pengamanan (Satpam) di Pusat pelatihan Satpam Jaga Nusantara Satu (JN1) di kawasan Tangerang Banten, Jumat (13/9/2019).

Jendral bintang dua tersebut dalam kesempatannya membacakan sambutan Kepala Baharkam Polri Komjen Polisi Chondro Kirono, yang menyampaikan ucapan selamat serta apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan dan pendidikan Satpam oleh JN1 sebagai salah satu upaya pemuliaan profesi satpam yang merupakan kepanjangan tangan Kepolisian dalam tugas-tugas pengamanan.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa jumlah personil kepolisian diseluruh Indonesia sebanyak 450 ribu lebih masih belum sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia, dimana rasio pengamanan satu orang petugas kepolisian harus melindungi 1500 warga masyarakat, maka dari itu kehadiran satuan pengaman akan sangat membantu pihak kepolisian dalam upaya pemeliharaan keamanan negara,” ungkap Irjen Polisi Widiyarso Heri Wibowo.

Menurutnya pihak kepolisian selama ini berkomitmen untuk menjadikan personil Satpam ini sebagai subjek bukan hanya objek, sehingga harus melakukan upaya-upaya pemuliaan terhadap profesi mereka.

Inspektur Jendral (Irjen) Polisi Widiyarso Heri Wibowo, Kepala Koordinasi Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri, saat diwawancara dramedia.id. Foto: HYG

“Jika selama ini kehadiran Satpam dipandang sebagai objek maka resistensinya sangat tinggi karena mereka akan dipandang sebagai pihak yang dieksploitasi, maka dalam upaya pemulian profesi ini mereka kita jadikan sebagai subjek sebagai kepanjangan tangan dari tugas-tugas kepolisian,” ujarnya.

Maka dengan paradigram berpikir sebagai subjek, lanjut Heri  pihak kepolisian melibatkan pihak kedua dan pihak ketiga dalam upaya memberikan pelatihan-pelatihan terhadap para Satpam agar mereka benar-benar dibekali kemapuan, keterampilan dan pengetahuan tentang undang-undang, hukum  termasuk pelatihan kemahiran menembak.

“Sebagaimana kita ketahui hari ini kita menutup pelatihan Satpam untuk kategori Gada Utama yang merupakan tingkatan tertinggi yang dilaksanakan oleh JN1 sebagai pelaksana teknis dalam pelatian ini,” tuturnya.

Heri juga menegaskan metode pelatihan yang dilakukan oleh lembaga pelatihan dan pendidikan Satpam Jaga Nusantara Satu dinilai cukup ideal karena mereka setelah menjalani proses pelatihan ini akan dibekali KTA serta Ijazah sebagai bukti bahwa telah menempuh pelatihan Satpam secara terpadu dan profesional.

“Memang idealnya minimal dua minggu, namun karena mereka disini dilatih siang malam, mengingat kalau terlalu lama juga mereka meninggalkan pekerjaan serta butuh biaya operasional yang cukup tinggi, namun dengan satu minggu dan dilakukan siang malam cukup efektif untuk menekan biaya sehingga tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Heri menambahkan sejauh ini dari seluruh Satpam di Indonesia berdasarkan catatan yang dimilikinya baru sekitar sepuluh persen saja yang telah berhasil mengikuti kegiatan  pelatihan Satpam sesuai standar seperti yang dilakukan di JN1 selebihnya masih belum secara mendalam tersentuh pelatihan-pelatihan.***jmb/hyg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.