Sebanyak 90 Peserta Ikut Pendidikan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif

DRAMEDIA.ID,-. Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Dr. Hj. Ipa Hafsiah Yakin, S.E.,M.Si,.M.M., menegaskan, melalui “Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif” ini Bawaslu berupaya melakukan pendidikan pengawasan pemilu kepada masyarakat dengan membentuk wadah pendidikan pengawasan pemilu yang berkesinambungan sekaligus merupakan bentuk dukungan dan sinergi program pemerintah tentang pemberdayaan masyarakat dalam pemilu sesuai arahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga yang mempunyai mandat untuk mengawasi proses Pemilu membutuhkan dukungan banyak pihak dalam aktivitas pengawasan. Ini merupakan langkah preventif dan membangun serta pemahaman bersama terhadap pengawasan partisipatif.

“Saya selaku ketua Bawaslu Kabupaten mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung bagi para peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipasif Tahun 2019, yang telah lulus melalui  beberapa tahapan seleksi hingga dapat berpartisipasi dalam program ini. Dari 198 peserta yang mendaftar, 90 orang peserta yang hadir pada saat ini merupakan para peserta terpilih, yang selanjutnya mengemban amanah untuk menjadi Kader Bawaslu dalam melaksanakan Pengawasan Partisitasif bagi masyarakat,” ungkap Ketua Bawaslu Garut, Hj. Ipa dalam Pembukaan “Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif”, di Hotel Augusta, Jalan Cipanas No. 57, Garut, Jawa Barat, Senin (18/11/2019).

Ia menambahkan, perlu diketahui bahwa dilaksanakannya program ini bertujuan untuk melaksanaan fungsi pendidikan Bawaslu, meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat, sebagai sarana pendidikan pemilu bagi masyarakat, pembentukan pusat pendidikan pengawasan pemilu yang berkesinambungan bagi masyarakat, menciptakan kader pengawasan yang tepat guna, dan Menciptakan kantong-kantong atau simpul-simpul  pengawasan di semua lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Garut.

Baca juga: Bawaslu Garut Gelar Sidang Perdana Penyelesaian Pelanggaran Administrasi Pemilu 2019

“Berdasarkan pengalaman pelaksaan pemilu-pemilu sebelumnya, pihaknya telah berupaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka melakukan kontrol terhadap pelaksanaan pemilu yang tercermin dalam rencana startegis bawaslu.” Jelasnya.

Menurutnya, upaya perbaikan pengawasan pemilu tentu harus mendapatkan dukungan baik dari penyelenggara pemilu lainnya (KPU dan DKPP), peserta pemilu, maupun  masyarakat. Saat ini salah satu fokus Bawaslu terkait pengawasan pemilu tertuju pada pelibatan masyarakat untuk aktif ambil bagian menjadi pengawas pemilu partisipatif. Bawaslu menganggap penting untuk mendorong pelibatan pengawasan pemilu oleh masyarakat yang didasarkan pada kepedulian dan dalam konteks “serah-terima kedaulatan” masyarakat itu sendiri yang dalam proses pemilu.

“Oleh karena itu, setelah mengikuti program ini diharapkan para peserta mampu menjadi pengawas pemilu partispatif dan penggerak masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan pemilu secara partisipatif di daerahnya masing-masing. Selain daripada itu, jika ditinjau secara jangka panjangnya, program ini diharapkan dapat berkesinambungan dan menjadi model pengawasan pemilu partisipatif yang dapat dilaksanakan pada pemilu-pemilu selanjutnya.” Tegas Ipa.

Akhir kata Ipa mengatakan, saya mewakili seluruh panitia serta jajaran pimpinan Bawaslu sekali lagi mengucapkan terima kasih atas partisipasi para peserta sekalian dan selamat bergabung di Sekolah Kader Pengawasan Partisipasif Tahun 2019, semoga kita menjadi para pengawas yang berintegritas dalam mendukung pemilu yang berkualitas. (HYG)***

Satu tanggapan untuk “Sebanyak 90 Peserta Ikut Pendidikan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.