Eks Gedung Toserba Patriot di Klaim Aset Pemkab, Ini Penjelasan Kepala Sekolah SMKN 1 Garut

DRAMEDIA.ID,- Dalam beberapa hari ini, lagi-lagi media massa diramaikan dengan persoalan perebutan aset antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Garut.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Garut, Drs. H. Dadang Johar Arifin, mempersilahkan siapapun untuk mempergunakan gedung eks Toserba Patriot yang semula dikelola pihaknya sebagai Bisnis Center  tempat kegiatan belajar siswa.

“Silahkan, tetapi kalau mau dipergunakan setelah memiliki kejelasan mengenai status tanah tersebut, atas dasar keputusan pemilik aset yang saat ini berada di pemerintah provinsi Jawa Barat,” Kata Dadang Johar Arifin saat ditemui, Rabu (10/6/2020).

Menurut Dadang, sepengetahuan dirinya bahwa gedung eks Toserba Patriot yang terletak di kawasan Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat tersebut pada awalnya di bangun tahun 1994, atas pemberian dari Direktorat SMK Kementerian Pendidikan Indonesia dengan peruntukkan Bisnis Center SMEA Negeri Garut, yang sekarang menjadi SMK Negeri 1 Garut.

Baca Juga :

“Dulu diperuntukkan bagi praktek para siswa/siswi jurusan Manajemen Bisnis (MB), Akuntansi (AK), dan Sekretaris (SK),” ungkapnya.

Dadang menyebut, dalam perkembangan Bisnis Center yang dikelola pihaknya (red/ SMKN) tersebut belakangan mengalami kelesuan, karena kalah bersaing dengan pasar-pasar modern dan bisnis ritel lainnya yang menjamur hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Garut.

“Pada tahun 2018, karena kondisi bisnis yang semakin berat, maka difungsikan menjadi Laboratorium Farmasi berikut Apotek yang izinnya sudah diproses oleh pihaknya dari pihak terkait,” tuturnya.

Ia menambahkan, akan tetapi sebelum laboratorium dan Apotek dioperasikan, keburu datang surat dari Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, bahwa penggunaan gedung tersebut tidak dapat diperpanjang.

“Dengan isi suratnya, bahwa gedung tersebut akan digunakan oleh Dinas Pertanian karena memang pemilik aset sebelumnya adalah Dinas Pertanian Provinsi, namun tiba-tiba surat dari Pak Sekda itu realisasinya tidak sesuai bahwa kemudian aset bangunan tersebut akan dipergunakan oleh Kadin,” paparnya.

Dadang menegaskan, pihaknya sebenarnya tidak keberatan jika hal tersebut sudah sesuai prosedur. Karena sebelumnya, pengendali aset dan bangunan tersebut adalah pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan setelah kewenangan penanganan bidang pendidikan menengah dikembalikan kepada pemerintah provinsi.

“Sejauh ini belum ada pernyataan dan izin dari bagian aset provinsi terkait penggunaan aset tersebut, makanya kami di SMKN 1 Garut masih mempertahankannya,” tukasnya.

Sementara itu, diperoleh informasi sebelumnya bahwa pihak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Garut berhasrat menempati bangunan tersebut, setelah Bupati Garut Rudy Gunawan mengizinkan Kadin untuk mempergunakan bangunan sebagai Kantor sekretariat Kadin Garut sementara waktu. ***jmb/hyg

5 thoughts on “Eks Gedung Toserba Patriot di Klaim Aset Pemkab, Ini Penjelasan Kepala Sekolah SMKN 1 Garut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.