Bakrie Amanah Sukses Gelar “Kurban Untuk Negeri” di Kuningan

DRAMEDIA.ID,- KAB. KUNINGAN – Keluarga Besar Bakrie melalui lembaga Amil Bakrie Amanah sukses menggelar Kurban Bakrie ditengah Pandemi Covid-19, di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dengan 12 Ekor sapi yang diperkirakan dapat menjangkau 13 ribu penerima daging Kurban.

Bupati Kabupaten Kuningan, H. Acep Purnama yang menerima langsung penyerahan secara simbolis sapi Kurban keluarga Besar Bakrie tersebut, menyampaikan ucapan terimakasih atas nama seluruh warga masyarakat Kabupaten Kuningan sebagai penerima kurban.

“Alhamdulillah saya atasnama warga Kabupaten Kuningan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak H. Aburizal Bakrie, Hj. Roosmania Kusmulyono, Bapak H. Nirwan Dermawan Bakrie, Bapak H. Indra Usmansjah Bakrie dan seluruh keluarga besarnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu,”Kata H. Acep Purnama saat menerima penyerahan sapi tersebut, Sabtu (1/8/2020).

Baca juga:

Menurutnya, kehadiran kegiatan Kurban Bakrie di tengah pandemi Covid-19, di kabupaten Kuningan dirasakan sangat bermanfaat karena dapat memenuhi kebutuhan gizi warga Kuningan yang berada tersebar di delapan Kecamatan dengan fokus mayoritas penerima di tiga Kecamatan mencakup puluhan Desa.

“Jumlah penerima daging kurban dari program ‘Kurban Untuk Negeri’ ini dapat mencapai belasan ribu penerima dengan sebaran puluhan desa di delapan Kecamatan,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager Bakrie Amanah Setiadi Ihsan, menyatakan pihaknya sengaja memilih kegiatan kurban di Kabupaten Kuningan karena merupakan daerah yang sebelumnya belum pernah dilakukan kegiatan yang sama.

“Selain Kabupatan Kuningan, Insya Alloh kegiatan kurban juga kami gelar di Kabupaten Majalengka dengan 10 Ekor sapi,” katanya.

Ihsan menegaskan, bahwa kegiatan kurban ditengah pandemi yang dilakukannya (Bakrie Amanah/ red) di Kuningan dan Majalengka tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes) dengan mengajak warga masyarakat untuk tetap menggunakan masker, sering cuci tangan serta menjaga jarak.

“Pelaksanaannya tetap menggunakan protokol kesehatan dan berupaya menyesuaikan dengan standar yang ditetapkan pemerintah, sehingga kegiatan kurban pun dilakukan dengan cepat dan tidak terlalu banyak mengundang kerumunan warga,” tukasnya.***jmb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.