Bupati dan Wabup Garut Dinobatkan Sebagai Orang Tua Asuh Santri di Kabupaten Garut

loading...

DRAMEDIA.ID,- GARUT, Tarogong Kidul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Garut dengan tema “Santri Siaga Jiwa Raga”, yang dilaksanakan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum’at (22/10/2021).

Bertindak selaku inspektur upacara, Bupati Garut, Rudy Gunawan, dan Komanda Upacara, Zulfan Al Fairuz. Turut hadir, Wakil Bupati, dr. Helmi Budiman, Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Ketua MUI, KH. Sirojul Munir, para pejabat Pemkab Garut dan undangan lainnya, diikuti para santri-santriwati perwakilan pesantren di Kabupaten Garut. Dalam I Kesempatan tersebut bupati membacakan Sambutan Menteri Agama RI.

Dalam momentum ini, Bupati Garut, Rudy Gunawan beserta Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman dinobatkan sebagai Orang Tua Asuh Santri di Kabupaten Garut. Penobatan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Kementerian Agama Kantor Kabupaten Garut, Cece Hidayat.

Bupati Garut Rudy Gunawan, menanggapi, bahwa adanya Orang Tua Santri bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada para santri khususnya santri yang ada di Kabupaten Garut. “Kami karena harus memberikan perlindungan santri, selama ini saya juga kan santri. Jadi, kami kan tentunya ini merupakan bagian di mana Pemerintah Daerah harus memberikan perlindungan terhadap (santri) apalagi ada Undang-Undang Nomor. 18 (Tahun 2019 tentang Pesantren) ya, dimana kami belum implementasi belum terlakukan,” ucap Bupati Garut.

Rudy menuturkan, seperti yang disebutkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, sesuai dengan tema yaitu “Santri Siaga Jiwa Raga” menyebutkan bahwa santri harus memberikan pengabdian jiwa raga yang totalitas contohnya seperti dalam berpartisipasi dalam penanggulangan Covid-19 dan berakhlakul karimah.

“Ya, harapan kita semua di Kabupaten Garut ini harus meningkatkan komitmen kita terhadap akhlakul karimah. Jadi, dakwah ini bukan saja dilakukan oleh para kyai, tetapi juga dapat dilakukan oleh santri-santri yang ada di tempatnya masing-masing, estafet dakwah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Cece Hidayat mengatakan, adanya Perpres (Peraturan Presiden) 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pendanaan Pesantren adalah sebuah kado yang terbesar bagi Hari Santri Nasional Tahun 2021, dimana hal ini dapat menjadi momentum serta penguatan kepada pemerintah daerah dalam pemberian bantuan kepada pesantren.

“Mudah mudahan demikian ke depan juga didukung dengan adanya Perda Garut tentang Pesantren juga sehingga ke depan dukungan pemerintah terhadap pendidikan keagamaan (seperti) Pesantren, Majelis Ta’lim, Ta’lim Al-Qur’an, Diniyah Takmiliyah akan semakin di dukung oleh Pemerintah. Dukungan dari anggaran,” ujar Kepala Kemenag Garut.

Cece menuturkan, selain berakhlakul karimah, para santri juga bisa mempunyai nasionalisme yang tinggi kepada negara. Seperti seorang Syaikh Hasyim Asy’ari yang memberikan contoh membela agama, membela negara, Jihad Fisabilillah.

“Mudah-mudahan momentum Hari Santri ini, para Santri di Garut, khususnya, menjadi motivasi bagaimana memberikan semangat juang agar membela bangsa dan negara, termasuk dalam rangka mensukseskan vaksin Covid 19. Target di Jawa Barat, Garut, hanya 3000 dan sekarang sudah sampai 30000 santri sudah di vaksin,” ujarnya.

Sementara itu, santri yang mengikuti apel Peringatan Hari Santri Nasional 2021, Siti Fatimah (15) mengaku senang mengikuti peringatan hari santri pada tahun ini, karena mengenang jasa-jasa pahlawan untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

“Harapannya, semoga akhlak-akhlak santri semakin meninggi terus dari peringatan ini kita tuh lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita,” tuturnya.***YAN

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.