KKN-PPM Tematik Mahasiswa STIE Yasa Anggana, Bantu Pemasaran UMKM Desa Lebak

loading...

DRAMEDIA.ID,- KARANGPAWITAN — Selain sistem pendidikan dan kesehatan, ketahanan ekonomi perlu diperhatikan. Pasalnya, selama pandemi Covid-19 ini, pelaku usaha kecil harus menyesuaikan diri untuk menjalankan bisnis secara daring. Keadaan inilah yang menggerakkan sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yasa Anggana Garut, yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), untuk membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, agar dapat bertahan di tengah pandemi, Sabtu (27/02/2021).

Pembina KKN-PPM Tematik STIE Yasa Anggana Garut, Taufik Hidayat, M. Si., menjelaskan penyelenggaraan program ini dalam rangka membantu para pelaku UMKM, serta memberikan solusi pembuatan perijinan usaha, NPWP, dan pembuatan media pemasaran secara online .

“Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan membantu para pelaku UMKM untuk bangkit dari terdampaknya usaha karena adanya pandemi Covid-19.” jelasnya.

Menurutnya, masalah yang terjadi saat pandemi mengakibatkan daya beli masyarakat jeblok akibat pandemi Covid-19, Hal itu membuat tingkat permintaan terhadap produk yang dihasilkan oleh UMKM turun beberapa bulan terakhir.

Baca juga:

Ketua kelompok 20 KKN-PPM STIE Yasa Anggana, Wulan Nuraeni menyampaikan, guna membantu UMKM kembali bangkit menghadapi pandemi, dan memberikan solusi bagi para pelaku usaha di bidang makanan, yakni dengan melakukan pendampingan pembuatan laporan keuangan sederhana, pengurusan Surat Izin Usaha (NIB dan IUMK) dan sosialisasi manfaat marketing online di era pandemi Covid-19.

“Adapun output dari kegiatan tersebut yaitu para pelaku usaha dapat mengetahui laba yang di peroleh, serta keuangan yang lebih terstruktur, kemudian usaha yang di jalankan legal ( diakui oleh negara) serta meningkatkan penjualan melalui media online.” Ujarnya.

Menurut salah satu pelaku UMKM pembuat sarung tangan Suryana (52), menuturkan, tingkat penjualan menurun sebesar 80% serta pemasaran yang terhambat akibat adanya pandemi ini.

Sementara itu, Kepala Desa Lebak Agung Aep Saepudin mengatakan pihaknya menyambut baik kegiatan KKN-PPM ini, guna mewujudkan masyarakat yang tangguh didesanya.

“Terimakasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah bersedia membantu warga desa kami, tentunya kegiatan ini menjadi ruang untuk mahasiswa yang ingin mengabdi dan saling membagi ilmu kepada masyarakat,” katanya.

Kades Aep berharap, dengan adanya KKN-PPM Tematik ini diharapkan bisa membangkitkan kembali UMKM di Desa Lebak Agung. (TH***)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.