Peringati Hari Ibu, Pemkab Garut Terima Bantuan Alkes dari UNFPA dan Mitra Strategisnya

loading...

DRAMEDIA.ID,- GARUT — Pemerintah Kabupaten Garut menerima bantuan tenda kesehatan reproduksi untuk layanan kesehatan ibu di masa krisis bencana, alat kesehatan, alat pelindung diri (APD), paket individu untuk ibu hamil dan ibu melahirkan dari UNFPA dan para mitra strategisnya (Americares, doctorSHARE, dan Yayasan Pulih). Serah terima bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ibu 2021 Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Bantuan diterima langsung oleh Pemkab Garut, melalui Kepala Bidang (Kesmas) Dinas Kesehatan Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, di Aula Rumah Sakit (RS) Guntur, Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (4/12/2021), disaksikan Kepala Dinas Pengelolaan Penduduk. Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA), Yayan Waryana, Kepala Diskominfo, Muksin, dan Kabag Tata Pemerintahan Setda, Ganda Permana, dan undangan lainnya.

Acara yang digelar secara _hybrid_ ini dipusatkan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan diikuti secara virtual oleh Kabupaten Garut, Jawa Barat, dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Acara dari Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes RI ini, merupakan tindak lanjut dari program bertajuk ” _Leaving No One Behind_ (LNOB) : Respons Covid-19 untuk Perempuan Rentan dan Lansia di Indonesia” yang diinisiasi oleh UNFPA di Indonesia dan Pemerintah Jepang, serta berlangsung sejak April 2021 hingga Maret 2022.

Melalui Program LNOB, UNFPA Indonesia memberikan dukungan penanggulangan Covid-19 Nasional, dan program ini diimplementasikan di 16 provinsi dan 47 kabupaten/kota di Indonesia.

Menurut Koordinator Program Humanitarian UNFPA (United Nations Population Fund/Dana Kependudukan PBB), Elisabeth Sidabutar, acara ini bertujuan meningkatkan kerjasama semua pihak dalam memenuhi hak atas kesehatan ibu, menghormati pengorbanan ibu, dan menempatkan ibu serta anak sebagai prioritas dalam pengambilan keputusan.

Kabupaten Garut sendiri dipilih menjadi lokasi kegiatan karena merupakan bagian dari lokasi program akselerasi pengurangan Angka Kematian Ibu (AKI) Nasional, dan Garut merupakan salah satu kabupaten yang berkomitmen untuk menurunkan AKI.

Alkes yang diberikan kepada Pemkab Garut berupa Alat Pelindung Diri (APD) Level 2 sebanyak 127 Paket, 50 kit bersalin, 51 kit pasca melahirkan dan 75 kit bayi baru lahir dan tenda layanan kesehatan reproduksi.

Tidak hanya alat kesehatan dan tenda, pihaknya juga memberikan bantuan dalam hal penguatan kapasitas bidan dan juga perencanaan kabupaten terpadu.

Elisabeth menuturkan, pemberian bantuan ini merupakan rangkaian acara dari Peringatan Hari Ibu 2021 dengan tema “Peran Mitra Terhadap Kesehatan Ibu di Wilayah Pascabencana” yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr Tri Cahyo Nugroho, atas nama Pemkab Garut mengucapkan terima kasih atas bantuan alat kesehatan yang diberikan kepada Pemkab Garut.

Ia memaparkan, pihaknya akan memanfaatkan bantuan ini untuk menunjang pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut, khususnya pelayanan kepada ibu dan bayi di masa pandemi seperti saat ini.

“Khusus untuk tenda Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang diberikan oleh UNFPA akan kami gunakan juga di keadaan-keadaan darurat seperti di lokasi bencana untuk melayani para ibu dan bayi yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” tutur dr. Tri.

Sementara itu, Koordinator Progran Respon Bencana Americares, Puji Sutrisno, menuturkan, Americares adalah organisasi pemberi bantuan dan pembangunan yang berfokus pada kesehatan yang menyelamatkan kehidupan manusia dan meningkatkan kesehatan bagi masyarakat yang terkena dampak kemiskinan atau bencana.

“Setiap tahun, Americares menjangkau 90 negara termasuk Amerika Serikat dengan program kesehatan, obat-obatan, persediaan medis dan bantuan darurat yang dapat merubah kehidupan manusia,” jelasnya.

Sedangkan doctorSHARE atau Yayasan Dokter Peduli, kata Vice Managing Director, Tutuk Utomo, doctorSHARE adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada layanan kesehatan medis dan bantuan kemanusiaan. doctorSHARE yang didirikan sejak tahun 2009 ini menyediakan layanan pengobatan gratis mulai dari rawat jalan, konsultasi kesehatan, hingga operasi kecil dan besar.

Mitra lainnya, perwakilan Yayasan Pulih, Melita Tarusa, memaparkan bahwa Yayasan Pulih merupakan lembaga profesional nirlaba dengan fokus isu mewujudkan masyarakat sejahtera dan tangguh melalui pemberdayaan psikososial yang menjunjung tinggi martabat dan hak asasi manusia. (Yan)***

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.