Diah Kurniasari: 11 Santriwati Korban Rudapaksa Oknum Guru Ponpes Dalam Pendampingan P2TP2A Garut

loading...

DRAMEDIA.ID,- GARUT — Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, melakukan pendampingan kepada 11 santriwati asal Garut, korban rudapaksa oknum guru ponpes di Bandung, Jawa Barat.

“Mereka sudah dalam pendampingan kami, sekarang mereka sudah dengan orang tuanya, agar tidak mengalami trauma berkepanjangan sehingga tetap memiliki semangat hidup,” kata Ketua P2TP2A Kabupaten Garut, Diah Kurniasari saat jumpa pers di Garut, Kamis malam. (9/12/2021).

Diah menjelaskan, korban rudapaksa oleh guru tersebut di Bandung bukan hanya warga Garut saja, melainkan ada dari daerah lain, dilaporkan ada 21 orang, dengan kondisi ada yang hamil maupun sudah melahirkan.

Santriwati asal Garut, yang sudah melahirkan sebanyak delapan orang, semuanya tinggal dengan orang tuanya berikut mendapatkan pendampingan dari tim P2TP2A Garut.

“Kami sudah beberapa kali datang melakukan pendampingan, apabila ada yang tidak sanggup mengurusnya kami coba menawarkan untuk dirawat oleh kami,” jelasnya..

Ia mengungkapkan, kasus tersebut berhasil terungkap setelah adanya orang tua korban melaporkannya ke polisi, kemudian diproses hingga pelakunya diadili.

“Hingga saat ini, upaya pendampingan masih terus berjalan berupa pendampingan korban dalam menghadapi persidangan,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, selain melakukan pendampingan kesehatan dan hukum, pihaknya berusaha membantu korban yang masih usia sekolah untuk bisa kembali sekolah maupun melanjutkan kuliah.

Selama itu, lanjut diah, tim dari P2TP2A Garut akan terus menjalin komunikasi dengan orang tua korban dan memantau langsung setiap perkembangan korban.

“Meski para korban telah kembali ke rumahnya masing-masing dan tinggal bersama orang tuanya, pemantauan para korban terus dilalukan lewat komunikasi dengan orang tua korban dan korban,” kata Diah. (HYG)***

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.