Gandeng Milenial, Bawaslu Garut Lakukan MoU dengan Uniga

loading...

DRAMEDIA.ID,- TARKA — Demi terselenggaranya Pemilihan Umum (PEMILU) yang berkualitas dan berintegritas, Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Garut, melakukan Kunjungan Kerja ke Universitas Garut (UNIGA), sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Pengawasan Partisipatif Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, Selasa (30/03/2021).

Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Dr.Hj. Ipa Hafsiah, S.E., M.Si., menjelaskan Pengawasan Partisipatif Pilkada Serentak telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Pasal 486 mengenai pengawasan partisipatif.

“Ini merupakan langkah Bawaslu dalam menjalankan amanah Undang-undang, sehingga nantinya diharapkan bisa memberikan warisan ilmu bagi generasi muda, dimana BAWASLU dan UNIGA telah menjalin kerjasama untuk perubahan, penelitian dan riset yang semua itu akan membawa kemajuan bagi Bawaslu khususnya pengawasan Pemilu.” Jelasnya.

Ia menambahkan, partisipan ini sangat penting, karena proses demokrasi nantinya berjalan dengan baik. Untuk menciptakan itu semua, mustahil kalau beban hanya disandarkan kepada penyelenggara pemilu, namun diperlukan kerjasama kita semua.

“Kerja sama ini dalam bentuk sosialisasi dan pendidikan politik kepada mahasiswa agar turut serta melakukan pengawasan pada penyelenggaraan Pilkada, serta keterlibatan mahasiswa sebagai relawan dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan partisipatif pada tahapan Pilkada nanti.” Tandasnya.

Lebih lanjut, Ketua Bawaslu Garut meyakini dengan partisipasi dari perguruan tinggi yang ada, sangat membantu dalam hal pengawasan partisipatif, guna menciptakan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 yang berkualitas khususnya di Kabupaten Garut.

“Masa tugas kami berakhir Agustus 2023, masih ada waktu panjang untuk bekerjasama dengan lembaga terkait. Bawaslu sudah mengadakan riset, tinjauan yuridis penyelesaian sengketa pilkada Garut tahun 2018, buku hasil riset masih menunggu launching dan nanti akan disampaikan ke UNIGA sebagai bahan referensi.” Ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng mengatakan, kontestasi akan menarik dan sukses jika dilakukan pengawasan terintegrasi. Bagaimana membuat sistem seleksi yang adil dan jujur. Demokrasi adalah pilihan negara kita yang harus kita kawal sebaik-baiknya.

“Jika demokrasi dikawal dengan baik mudah-mudahan meminimalisir Kepala Daerah yang bermasalah dikemudian hari. Tahun ini rencananya ada 1200 mahasiswa KKN ke Garut Utara dan Tasikmalaya, yang dapat menjadi prospek pengembangan ekonomi di area jalur kereta api. Pendayagunaan mahasiswa KKN dengan muatan Bawaslu kalau tidak tahun ini bisa juga tahun depan.” Katanya.***HYG

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.