Kolaborasi Disdamkar dengan PLN dalam Sosialisasi Pembentukan dan Pembinaan Redkar di Desa Samarang

loading...

DRAMEDIA.ID,- SAMARANG — Bencana kebakaran tidak mengenal waktu dan tempat sehingga menuntut masyarakat untuk selalu waspada. Berdasarkan data 4 tahun kebelakang Kabupaten Garut memiliki statistik kejadian kebakaran yang cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi dengan penyebab yang paling banyak adalah konsleting listrik.

Fakta ini membuat edukasi dan sosialisasi oleh Disdamkar (Dinas Pemadam Kebakaran) Garut gencar dilakukan. Salah satunya kegiatan ini dilakukan di Aula Desa Samarang, Selasa (02/02/21). Turut hadir dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi ini Kepala Desa Samarang, Dede Juhana.

Kepala Dinas Kebakaran Kabupaten Garut, Aah Anwar Saepulloh, menyampaikan materi mengenai beberapa Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang menjadi tugas Damkar.

Selain itu, ia juga menyampaikan rencana penambahan pos sebagai sebuah usaha untuk mencapai salah satu poin SPM, yaitu Layanan Respon Time 15 menit.

“Tahun 2020 kami baru memiliki 4 pos, tahun 2021 ini akan dilakukan penambahan 3 pos dan di tahun-tahun selanjutnya diharapkan bisa mencapai target dengan memiliki satu pos di setiap kecamatan” ujarnya.

Baca juga:

Aah menuturkan, peranan penting juga harus dilakukan oleh masyarakat sekitar, dengan dibentuknya Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di setiap wilayah dengan berpedoman dari Permendagri No. 364.1-306 tahun 2020.

“Redkar ini dibentuk dengan tujuan sebagai agen terdepan dalam penanggulangan awal ketika terjadi kebakaran, baik dalam pelaporan ke Disdamkar, maupun penanganan dengan cara yang sederhana sebagai upaya pencegahan dini” tutur Aah.

Untuk itu, Aah berharap keberadaan Redkar ini mampu meminimalisir kerugian yang lebih besar dari bencana kebakaran.

Selain itu, pada kesempatan ini juga PLN Garut, Husnul Yaqin memaparkan mengenai bahaya penggunaan beban listrik yang kurang tepat. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab dari kebakaran.

“Banyak sekali bencana kebakaran yang bersumber dari konsleting listrik” ucapnya.

Maka dari itu, itu pihak PLN sangat berharap masyarakat dapat meminimalisir terjadinya hal tersebut dengan menghindari beberapa hal yang bisa memicunya, misalnya penggunaan sumber listrik dengan beban yang bertumpuk-tumpuk.

Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pencegahan dini yang dilakukan oleh Bidang Pencegahan. Peserta yang mayoritas diisi oleh Ibu Rumah Tangga menjadi sasaran yang tepat dalam kegiatan ini.

Kepala Bidang Pencegahan, Syam Sumaryana turut menyampaikan bagaimana pentingnya kegiatan ini.

“Ibu-ibu yang mayoritas bertugas di dapur untuk memasak tentunya langsung berhadapan dengan kompor dan tabung gas, sehingga pemahaman mengenai solusi apabila gas bocor bisa langsung ditangani sendiri,” ungkap Syam.

Simulasi ini mempraktekkan pemadaman api dengan cara tradisional seperti penggunaan handuk basah hingga cara yang modern dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Ketenangan juga menjadi kunci ketika munculnya api dari gas yang bocor.

Para peserta juga bergiliran mencoba melakukan pemadaman api dengan dua cara tersebut.

Bidang Pencegahan menekankan kepada masyarakat untuk segera melapor ke Disdamkar jika ada sumber penyebab kebakaran agar bisa segera ditangani. ***yan

loading...

One thought on “Kolaborasi Disdamkar dengan PLN dalam Sosialisasi Pembentukan dan Pembinaan Redkar di Desa Samarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.